Kelebihan Mengukir Senyuman

Senyum suatu sedekah.
Jangan kedekut ukir senyuman. Ukirlah senyuman dari hati. Senyuman adalah perkara yang mudah. Jadi mengapa menjadikannya perkara yang susah?
Senyum membuat anda kelihatan lebih menarik.
Orang sekeliling akan rasa selesa ketika bersama anda kerana dengan senyuman mereka lebih mudah untuk berkomunikasi anda. anda juga kelihatan menarik dengan senyuman daripada murung atau bermasam muka.
Menghilangkan stress
Senyuman boleh menghilangkan stress kerana boleh menghilangkan rasa lelah, bosan dan juga sedih. Ambil lah masa untuk senyum dengan mengenang perkara indah kerana ia akan membuat fikiran lebih tenang.
Senyuman mampu membuat orang lain gembira
Dengan satu senyuman, sudah mampu membuat orang gembira terutamanya teman-teman yang rapat dengan anda. mereka rasa senang ketika bersama anda dan bahagia kerana mereka tahu bahawa anda sangat istemewa di hati mereka. Oleh itu, ukirlah senyuman untuk mereka.
Senyuman akan menunjukkan anda kuat
Kadang-kala kita akan merasa duka dan kecewa kerana masalah yang dihadapi di sekeliling anda. Namun, tutup lah kesedihan tersebut dengan senyuman kerana ia menunjukkan anda tabah dan sabar menghadapi dugaan.

sumber : cahayapurnama.com/kelebihan-mengukir-senyuman/

Most effective diet

Intake of vegetables per day absolutely help lose up to 1000 calories. However , drastic action to train the body to receive such a diet would interfere with the body’s systems . As a result of the sharp reduction was not only slow the body’s metabolism . In fact, you are also at risk of gaining weight fast when no longer be on a diet .
So we had better diet than do regular diet suddenly as lightning . For starters, take foods high in fiber and increase the immunity of the body such as the dates, kiwi, broccoli, avocados, or at least 50 percent of vegetables and fruits in the daily menu. You also can replace rice with banana consumption to provide energy to the body.
And please fully attention:
  • Don’t starve yourself; it’s not worth it to lose weight, and doing so will cause your body to go into starvation mode, where it tries to store more (and burn less) fat.
  • If you are highly overweight or have other health conditions, talk to your doctor first.
Diet Eating Plan
  • Make a food log of what you eat on an average day.
  • Count how many carbs, proteins, fruits, veggies, dairy products and fats/sweets you eat every day.
  • For the first two weeks, stop eating all desserts or sugary foods.
  • Limit the amount of carbs you eat. Do not cut them out completely, they are important.
  • Increase your fruit, veggie and meat intake, these are the foods that give you the most vitamins and nutrients.
  • Limit your calorie intake based on recommendations from your doctor.
  • Make sure you are eating at least 3 meals and 2 snacks per day.
  • Attempt to do some type of cardio activity 3 or more times a week. Make sure to get your heart rate above 120 for a sustained time of 20 minutes or more.
  • Make a “super grocery list” every time before you go to the supermarket, which includes only a small or none (depending on your weight) amount of sweet/sugary food. Don’t let yourself go down a certain isle if you know that it has a sweet you’ll tempt yourself to break the “super grocery list” with. Don’t buy anything that is not on the “super grocery list”.
Tips:
  • Drink a lot of water it is substantial for your organism and it will help you to get rid of harmful toxins.
  • Make sure you eat breakfast, even if it is just a piece of fruit, you have to start your metabolism to get the day going!
  • Take the stairs as much as you can, not only is it great exercise but it will help you get leaner legs.
  • Eat lots of fruits and veggies.
  • Don’t eat meals up to two hours before bed.
  • Drink low fat milk or soy milk.
  • Going to the gym and lifting weights is also a great way to help get in shape. Doing many repetitions at low weights will help build endurance in your muscles, and they will not get too big!

Adab Seorang Murid Terhadap Guru

Adab Seorang Murid Terhadap Guru

Jika seorang murid berakhlak buruk kepada gurunya maka akan menimbulkan dampak yang buruk pula, hilangnya berkah dari ilmu yang didapat, tidak dapat mengamalkan ilmunya, atau tidak dapat menyebarkan ilmunya. Itu semua contoh dari dampak buruk

 11 May 2015
  3394  0
sekolah
Guru merupakan aspek besar dalam penyebaran ilmu, apalagi jika yang disebarkan adalah ilmu agama yang mulia ini. Para pewaris nabi begitu julukan mereka para pemegang kemulian ilmu agama. Tinggi kedudukan mereka di hadapan Sang Pencipta.
Ketahuilah saudaraku para pengajar agama mulai dari yang mengajarkan iqra sampai para ulama besar, mereka semua itu ada di pesan Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam. Beliau bersabda,

ليس منا من لم يجل كبيرنا و يرحم صغيرنا و يعرف لعالمنا حقه
“Tidak termasuk golongan kami orang yang tidak menghormati yang lebih tua dan menyayangi yang lebih muda serta yang tidak mengerti hak ulama” (HR. Ahmad dan dishahihkan Al Albani dalamShahih Al Jami).
Tersirat dari perkatanya shallahu ‘alaihi wa salam, bahwa mereka para ulama wajib di perlakukan sesuai dengan haknya. Akhlak serta adab yang baik merupakan kewajiban yang tak boleh dilupakan bagi seorang murid.
Guru kami DR. Umar As-Sufyani Hafidzohullah mengatakan, “Jika seorang murid berakhlak buruk kepada gurunya maka akan menimbulkan dampak yang buruk pula,  hilangnya berkah dari ilmu yang didapat, tidak dapat mengamalkan ilmunya, atau tidak dapat menyebarkan ilmunya. Itu semua contoh dari dampak buruk.”
Maka seperti adab yang baik kepada seorang guru?

Menghormati guru

Para Salaf, suri tauladan untuk manusia setelahnya telah memberikan contoh dalam penghormatan terhadap seorang guru. Sahabat Abu Sa’id Al-Khudri Radhiallahu ‘anhu berkata,
كنا جلوساً في المسجد إذ خرج رسول الله فجلس إلينا فكأن على رؤوسنا الطير لا يتكلم أحد منا
“Saat kami sedang duduk-duduk di masjid, maka keluarlah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kemudian duduk di hadapan kami. Maka seakan-akan di atas kepala kami terdapat burung. Tak satu pun dari kami yang berbicara” (HR. Bukhari).
Ibnu Abbas seorang sahabat yang ‘alim, mufasir Quran umat ini, seorang dari Ahli Bait Nabpernah menuntun tali kendaraan Zaid bin Tsabit al-Anshari radhiallahu anhu dan berkata,
هكذا أمرنا أن نفعل بعلمائنا
“Seperti inilah kami diperintahkan untuk memperlakukan para ulama kami”.
Berkata Abdurahman bin Harmalah Al Aslami,
ما كان إنسان يجترئ على سعيد بن المسيب يسأله عن شيء حتى يستأذنه كما يستأذن الأمير
“Tidaklah sesorang berani bertanya kepada Said bin Musayyib, sampai dia meminta izin, layaknya meminta izin kepada seorang raja”.
Ar-Rabi’ bin Sulaiman berkata,
مَا وَاللَّهِ اجْتَرَأْتُ أَنْ أَشْرَبَ الْمَاءَ وَالشَّافِعِيُّ يَنْظُرُ إِلَيَّ هَيْبَةً لَهُ
“Demi Allah, aku tidak berani meminum air dalam keadaan Asy-Syafi’i melihatku karena segan kepadanya”.
Diriwayatkan oleh AlImam Baihaqi, Umar bin Khattab mengatakan,
تواضعوا لمن تعلمون منه
“ Tawadhulah kalian terhadap orang yang mengajari kalian”.
Al Imam As Syafi’i berkata,
كنت أصفح الورقة بين يدي مالك صفحًا رفيقًا هيبة له لئلا يسمع وقعها
“Dulu aku membolak balikkan kertas  di depan  Malik dengan sangat lembut karena segan padanya dan supaya dia tak mendengarnya”.
Abu ‘Ubaid Al Qosim bin Salam berkata, “Aku tidak pernah sekalipun mengetuk pintu rumah seorang dari guruku, karena Allah berfirman,
وَلَوْ أَنَّهُمْ صَبَرُوا حَتَّى تَخْرُجَ إِلَيْهِمْ لَكَانَ خَيْرًا لَهُمْ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ
Kalau sekiranya mereka sabar, sampai kamu keluar menemui mereka, itu lebih baik untuknya (QS. Al Hujurat: 5).
Sungguh mulia akhlak mereka para suri tauladan kaum muslimin, tidaklah heran mengapa mereka menjadi ulama besar di umat ini, sungguh keberkahan ilmu mereka buah dari akhlak mulia terhadap para gurunya.

Memperhatikan adab-adab ketika berada di depan guru

Adab Duduk
Syaikh Bakr Abu Zaid Rahimahullah di dalam kitabnya Hilyah Tolibil Ilm mengatakan, “Pakailah adab yang terbaik pada saat kau duduk bersama syaikhmu, pakailah cara yang baik dalam bertanya dan mendengarkannya.”
Syaikh Utsaimin mengomentari perkataan ini, “Duduklah dengan duduk yang beradab, tidak membentangkan kaki, juga tidak bersandar, apalagi saat berada di dalam majelis.”
Ibnul Jamaah mengatakan, “Seorang penuntut ilmu harus duduk rapi, tenang, tawadhu’, mata tertuju kepada guru, tidak membetangkan kaki, tidak bersandar, tidak pula bersandar dengan tangannya, tidak tertawa dengan keras, tidak duduk di tempat yang lebih tinggi  juga tidak membelakangi gurunya”.
Adab Berbicara
Berbicara dengan seseorang yang telah mengajarkan kebaikan haruslah lebih baik dibandingkan jika berbicara kepada orang lain. Imam Abu Hanifah pun jika berada depan Imam Malik ia layaknya seorang anak di hadapan ayahnya.
Para Sahabat Nabi shallahu ‘alaihi wa sallam, muridnya Rasulullah, tidak pernah kita dapati mereka beradab buruk kepada gurunya tersebut, mereka tidak pernah memotog ucapannya atau mengeraskan suara di hadapannya, bahkan Umar bin khattab yang terkenal keras wataknya tak pernah menarik suaranya di depan Rasulullah, bahkan di beberapa riwayat, Rasulullah sampai kesulitan mendengar suara  Umar jika berbicara. Di hadist Abi Said al Khudry radhiallahu ‘anhu juga menjelaskan,
كنا جلوساً في المسجد إذ خرج رسول الله فجلس إلينا فكأن على رؤوسنا الطير لا يتكلم أحد منا
“Saat kami sedang duduk-duduk di masjid, maka keluarlah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kemudian duduk di hadapan kami. Maka seakan-akan di atas kepala kami terdapat burung. Tak satu pun dari kami yang berbicara” (HR. Bukhari).
Sungguh adab tersebut tak terdapatkan di umat manapun.
Adab Bertanya
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,
فَسْئَلُوا أَهْلَ الذِّكْرِ إِن كُنتُمْ لاَتَعْلَمُونَ
“Maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui” (QS. An Nahl: 43).
Bertanyalah kepada para ulama, begitulah pesan Allah di ayat ini, dengan bertanya maka akan terobati kebodohan, hilang  kerancuan, serta mendapat keilmuan. Tidak diragukan bahwa bertanya juga mempunyai adab di dalam Islam. Para ulama telah menjelaskan tentang adab bertanya ini. Mereka mengajarkan bahwa pertanyaan  harus disampaikan dengan tenang, penuh kelembutan, jelas, singkat dan padat, juga  tidak menanyakan pertanyaan yang sudah diketahui jawabannya.
Di dalam Al-Qur’an terdapat kisah adab yang baik seorang murid terhadap gurunya, kisah Nabi Musa dan Khidir. Pada saat Nabi Musa ‘alihi salam meminta Khidir untuk mengajarkannya ilmu,
إِنَّكَ لَنْ تَسْتَطِيعَ مَعِيَ صَبْراً
“Khidir menjawab, Sungguh, engkau(musa) tidak akan sanggup sabar bersamaku” (QS. Al Kahfi: 67).
Nabi Musa, Kaliimullah dengan segenap ketinggian maqomnya di hadapan Allah, tidak diizinkan untuk mengambil ilmu dari Khidir, sampai akhirnya percakapan berlangsung dan membuahkan hasil dengan sebuah syarat dari Khidir.
فَلا تَسْأَلْنِي عَنْ شَيْءٍ حَتَّى أُحْدِثَ لَكَ مِنْهُ ذِكْراً
“Khidir berkata, jika engkau mengikuti maka janganlah engkau menanyakanku tentang sesuatu apapun, sampai aku menerangkannya” (QS. Al Kahfi:70).
Jangan bertanya sampai diizinkan, itulah syarat Khidir kepada Musa. Maka jika seorang guru tidak mengizinkannya untuk bertanya maka jangalah bertanya, tunggulah sampai ia mengizinkan bertanya. Kemudian, doakanlah guru setelah bertanya seperti ucapan, Barakallahu fiik, atau Jazakallahu khoiron dan lain lain. Banyak dari kalangan salaf berkata,
ما صليت إلا ودعيت لوالدي ولمشايخي جميعاً
“Tidaklah aku mengerjakan sholat kecuali aku pasti mendoakan kedua orang tuaku dan guru guruku semuanya.”
Adab dalam Mendengarkan Pelajaran
Para pembaca, bagaimana rasanya jika kita berbicara dengan seseorang tapi tidak didengarkan? Sungguh jengkel dibuatnya hati ini. Maka bagaiamana perasaan seorang guru jika melihat murid sekaligus lawan bicaranya itu tidak mendengarkan? Sungguh merugilah para murid yang membuat hati gurunya jengkel.
Agama yang mulia ini tak pernah mengajarkan adab seperti itu, tak didapati di kalangan salaf adab yang seperti itu. Sudah kita ketahui  kisah Nabi Musa yang berjanji tak mengatakan apa-apa selama belum diizinkan. Juga para sahabat Rasulullah yang diam pada saat Rasulullah berada di tengah mereka.
Bahkan di riwayatkan Yahya bin Yahya Al Laitsi tak beranjak dari tempat duduknya saat para kawannya keluar melihat rombongan gajah yang lewat di tengah pelajaran, yahya mengetahui tujuannya duduk di sebuah majelis adalah mendengarkan apa yang dibicarakan gurunya bukan yang lain.
Apa yang akan Yahya bin Yahya katakan jika melihat keadaan para penuntut ilmu saat ini, jangankan segerombol gajah yang lewat, sedikit suarapun akan dikejar untuk mengetahuinya seakan tak ada seorang guru di hadapannya, belum lagi yang sibuk berbicara dengan kawan di sampingnya, atau sibuk dengan gadgetnya.

Mendoakan guru

Banyak dari kalangan salaf berkata,
ما صليت إلا ودعيت لوالدي ولمشايخي جميعاً
“Tidaklah aku mengerjakan sholat kecuali aku pasti mendoakan kedua orang tuaku dan guru guruku semuanya.”

Memperhatikan adab-adab dalam menyikapi kesalahan guru

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda,
كل ابن آدم خطاء و خير الخطائين التوابون
“Setiap anak Adam pasti berbuat kesalahan, dan yang terbaik dari mereka adalah yang suka bertaubat” (HR. Ahmad)
Para guru bukan malaikat, mereka tetap berbuat kesalahan. Jangan juga mencari cari kesalahannya, ingatlah firman Allah.
وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا يَغْتَب بَّعْضُكُم بَعْضًا أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَن يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ
“Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya” (QS. Al Hujurot:12).
Allah melarang mencari kesalahan orang lain dan menggibahnya, larangan ini umum tidak boleh mencari kesalahan siapapun. Bayangkan bagaimana sikap seseorang jika ia mendengar aib saudara atau kawannya?  Bukankah akan menyebabkan dampak yang buruk akan hubungan mereka? Prasangka buruk akan mencuat, jarak akan tambah memanjang, keinginan akrab pun tak terbenak lagi di pikiran.
Lantas, bagaimanakah jika aib para ulama, dan para pengajar kebaikan yang tersebar? Sungguh manusia pun akan menjauhi mereka, ilmu yang ada pada mereka seakan tak terlihat, padahal tidaklah lebih di butuhkan oleh manusia melainkan para pengajar kebaikan yang menuntut hidupnya ke jalan yang benar. Belum lagi aib-aib dusta yang tersebar tentang mereka.
Sungguh baik para Salaf dalam doanya,
اللهم استر عيب شيخي عني ولا تذهب بركة علمه مني
“Ya Allah tutupilah aib guruku dariku, dan janganlah kau hilangkan keberkahan ilmuya dari ku.”
Para salaf berkata,
لحوم العلماء مسمومة
“Daging para ulama itu mengandung racun.”
Guru kami DR. Awad Ar-Ruasti Hafidzohullah menjelaskan tentang makna perkataan ini, “Siapa yang suka berbicara tentang aib para ulama, maka dia layaknya memakan daging para ulama yang mengandung racun, akan sakit hatinya, bahkan dapat mematikan hatinya.”
Namun, ini bukan berarti menjadi penghalang untuk berbicara kepada sang guru atas kesalahannya yang tampak, justru seorang tolabul ‘Ilm harus berbicara kepada gurunya jika ia melihat kesalahan gurunya. Adab dalam menegur merekapun perlu diperhatikan mulai dari cara yang sopan dan lembut saat menegur dan tidak menegurnya di depan orang banyak.

Meneladani penerapan ilmu dan akhlaknya

Merupakan suatu keharusan seorang penuntut ilmu mengambil ilmu serta akhlak yang baik dari gurunya. Kamipun mendapati di tempat kami menimba ilmu saat ini, atau pun di tanah air, para guru, ulama,  serta ustad begitu tinggi akhlak mereka, tak lepas wajahnya menebarkan senyum kepada para murid, sabarnya mereka dalam memahamkan pelajaran, sabar menjawab pertanyaan para tolibul ilm yang tak ada habisnya, jika berpapasan di jalan malah mereka yang memulai untuk bersalaman, sungguh akhlak yang sangat terpuji dari para penerbar sunnah.
syaikh Ibnu Utsaimin berkata, “Jika gurumu itu sangat baik akhlaknya, jadikanlah dia qudwah atau contoh untukmu dalam berakhlak. Namun bila keadaan malah sebaliknya, maka jangan jadikan akhlak buruknya sebagai contoh untukmu, karena seorang guru dijadikan contoh dalam akhlak yang baik, bukan akhlak buruknya, karena tujuan seorang penuntut ilmu duduk di majelis seorang guru mengambil ilmunya kemudian akhlaknya.”

Sabar dalam membersamainya

Tidak ada satupun manusia di dunia ini kecuali pernah berbuat dosa, sebaik apapun agamanya, sebaik apapun amalnya nya, sebanyak apapun ilmunya, selembut apapun perangainya, tetap ada kekurangannya. Tetap bersabarlah bersama mereka dan jangan berpaling darinya.
Allah berfirman :
وَاصْبِرْ نَفْسَكَ مَعَ الَّذِينَ يَدْعُونَ رَبَّهُم بِالْغَدَاةِ وَالْعَشِيِّ يُرِيدُونَ وَجْهَهُ وَلا تَعْدُ عَيْنَاكَ عَنْهُمْ تُرِيدُ زِينَةَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَلا تُطِعْ مَنْ أَغْفَلْنَا قَلْبَهُ عَن ذِكْرِنَا وَاتَّبَعَ هَوَاهُ وَكَانَ أَمْرُهُ فُرُطًا
“Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas” (QS.Al Kahfi:28).
Karena tidak ada yang lebih baik kecuali bersama orang orang yang berilmu dan yang selalu menyeru Allah Azza wa Jalla.
Al Imam As Syafi Rahimahullah mengatakan,
اصبر على مر من الجفا معلم
فإن رسوب العلم في نفراته
“Bersabarlah terhadap kerasnya sikap seorang guru
Sesungguhnya gagalnya mempelajari ilmu karena memusuhinya”
Besar jasa mereka para guru yang telah memberikan ilmunya kepada manusia, yang kerap menahan amarahnya, yang selalu merasakan perihnya menahan kesabaran, sungguh tak pantas seorang murid ini melupakan kebaikan gurunya, dan  jangan pernah lupa menyisipkan nama mereka di lantunan doamu. Semoga Allah memberikan rahmat dan kebaikan kepada guru guru kaum Muslimin. Semoga kita dapat menjalankan adab adab yang mulia ini.
Wa Billahi Taufiq

Fashionista

Fashionista.

Bila sebut fashionista mesti ramai yang terfikir model,artis and something like that. Ramai orang fikir “Nak jadi fashionista biasanya kena pakai baju tak cukup kain”.
Hello!Your thinking is absolutely wrong. Sebenarnya,tak semestinya macam tu,ramai je model yang menutup aurat,Such as Wardina Saffiyyah,Heliza Helmi n many more kat luar sana.
Cuba kita tengok,orang yang pakai tudung litup macam tu pun boleh jadi model.”Haa!mana boleh model,haram lah awak”
Mana ada haram awaaakk! Macam mana nak promote tudung kalau takde modelnya.Takkan pulak nak amik kaum Adam jadi model kan? lari semua pelanggan Hawa. Nanti jadi tradisi lelaki pulak pakai tudung, perempuan pakai apa? Kopiah? hihihi.Melawak je eh.
Sometimes kita kena berfikiran terbuka. Manis tau pakai tudung.
“Fashionista yang muslimah”
Macam mana tu?
Tudung menutup dada,seluar longgar,baju longgar. Kan manis dipandang? tak gitu ?kalau tak gitu gini?
sweet.

Friendship

Friendship.

Assamualaikum ! Bertemu kita dalam entri baru! Achey,macam rancangan tv ler pulak ye?

Seriously?
Macam mana nak berkawan?
Aku rasa takpayah nak cerita pun korang dah tau kan.Ini sebenarnya reply post untuk entry prettydina.

AMARAN: KANDUNGAN YANG MENGARUT.JANGAN AMBIL SECARA SERIUS.

Lain Orang Lain Cara
-Setiap orang ada gaya hidup yang berlainan.Ada orang yang memang cakap secara lembut.Ada pulak yang bercakap macam nak semua orang tau dia lah samseng terhebat seluruh dunia.Ada yang suka jantina berlainan.Ada pulak yang suka….tau-tau je lah ek?
-Kita kena la adapt dengan diorang.Adapt dengan cara diorang bercakap,makan,berhibur etc….
-Kalau tak suka cara diorang.Contohnya korang ni alim sikit…diorang pulak macam setan.Ubah diorang secara perlahan.Don’t force the changes down their throat.They won’t like it.
-Aku tak suruh jadi hipokrit okay.
 

Banyakkan Memberi Daripada Menerima.

  • Jangan pandang tips ni dari sudut materialistik.Memberi ni bukan maksudnya bajet anak orang kaya.”Okay hari ni aku belanja semua”.No.No.No.
  • Beri ni maksud aku berikan perhatian.
  • Beri perhatian lebih.Banyakkan mendengar dari bercerita.Mendengar bukan melopong dengar cerita kawan tu 24 jam.Bagi respons.Tunjuk yang kau berminat dengan apa yang dia cerita.
  • Jangan nak lawan cerita dia.Konon kau lagi best.Tak payah.Dia akan menganggap kau cuba merendahkan dia je.Lagi-lagi yang ego tinggi.

Bersangka Baik.Berlapang Dada

  • Serius.Kalau korang bersangka buruk terhadap orang,Memang susah hidup.
  • Korang asyik dok fikir orang nak memburukkan kau je.Orang cakap sikit terasa pastu melenting.Lama-lama orang menjauh dari kau.Aku pernah kenal orang macam ni.
  • Lepas tu jangan la judge orang tak tentu pasal.Oh budak ni suka mencarut.Tak suka.Oh budak ni pakai kasut Allan D’Lious.Made in Germany.Bajet.Tak Suka.Oh Haziq hensem.Mesti gay ni.Tak suka.WTF?
  • There’s two side of each coins remember?

Don’t Be A Fake.

  • Yupp.Jangan jadi apa yang kau sebenarnya bukan.Orang boleh nampak.Tak payah nak kejar markah tertinggi dalam menembak semata-mata nak orang respek kau.Tak payah berlagak hensem kalau muka macam permukaan bulan.
  • Jangan rasa rendah diri dengan diri sebenar kau.Kalau kau freakish.Cakap je aku bangga jadi pelik.Bibir tebal?Mengaku je.Cakap je seksi.Muka tak hensem?Cover la ngan bende lain.Buat baik ngan semua orang.Buat lawak selalu.Orang tak pandang luaran je tau.
  • Jangan mencapap tak tentu pasal.Tu bukan caranya.

Tapi aku ni pendiam,pemalu,introvert…macam mana tu?

  • Tak reti bercakap ngan orang lain?Memang tak tahu nak bersosial?
  • Ekspres diri korang dengan cara lain.Tunjuk yang kau ni manusia jugak.Dan kau tak benci diorang.Cuma tak reti berhadapan orang lain.
  • Contoh : Kalau kau duduk sebilik ngan kawan dekat asrama.Kau pulak diam je.Selalu buat hal sendiri.Balik prep belikan la apa-apa untuk diorang.Baru diorang tau kau ni sekadar pendiam je,bukan bajet atau sombong
  • Berbual subjek yang normal.Jangan la tiba-tiba cakap asal PLKN mendidik remaja bertindak radikal.Cakap la pasal bola ke.Muzik atau movie terbaru.Alaah pasal bende melalaikan yang anak-anak muda suka sekarang.

Dan Paling Penting,Jangan Sekali-kali Cakap Dengan Benda Tak Bernyawa.

  • Jangan cakap sorang-sorang.
  • Jangan bercakap dengan pokok
  • Jangan bercakap dengan haiwan.Kecuali haiwan tu kucing yang comel dan kau seorang perempuan yang tak kurang comelnya
  • Okay tips ni mengarut haha.
Macam Mana Nak Pilih Kawan?

Senang je.Berkawan dengan semua orang.
Bila dah berkawan dengan ramai orang.Kau akan jumpa yang sesuai dan rapat ngan kau.Kau boleh kenal siapa penipu.pengumpat dan tukang tikam belakang.

  • Okay dah tu je la dina nakmengarut.=D

Assalamualaikum

Yang Anti-Sosial: Dina Cuma Pelik Je,Jangan la Benci Dina😀